Sejarah Karajaan Bentan, perlu digali dan dilestarikan diantaranya dibuat dalam bentuk cerita rakyat. Saat ini cerita keberadaan Kerajaan Bentan masih banyak terdengar, baik dari orang cerdik pandai maupun tetua masyarakat Bentan itu sendiri.
Cerita-cerita menggambarkan berbagai versi atau sudut pandang tentang sejarah Kerajaan Bentan ini, baik dari segi asal usul mapun ketokohan, dan alur sejarah yang pernah membentang di daerah ini. Semua itu merupakan kekayaan sejarah dan budaya yang tidak ternilai dan dapat dijadikan modal mengangkat eksistensi Kerajaan Bentan yang diyakini cukup jaya pada masanya itu.
Melihat masalah inilah Komunitas Penulis Kreatif Kepuluan Riau yanhg tergabung dalam Gurindam Pena, bermaksud mengali akar sejarah dengan cara melakukannya dari cerita rakyat. ”Kita melakukan ini, sebagai usaha untuk mengangkat harkat dan martabat para pewaris Kerajaan Bentan yang kini masih ada,” kata Drs Marwizal Effendi, kemarin.
Pihak Gurindam Pena akan melakukan berbagai metoda seperti survey ke lapangan, wawancara, dan serta mengkaji literatur agar fakta sejarah yang akan ditulis dalam bentuk cerita rakyat itu memiliki akuarasi yang memadai. Pertimbangan penulisan ini akan dibentuk dalam cerita rakyat, untuk memberikan luang yang lebih luas kepada para sejarawan yang berminat dikemudian hari untuk melakukan penelitian atau penuliskan sejarah Kerajaan Bentan.
Jika Gerindam Pena langsung menulis dalam bentuk sejarah yang sesungguhnya dikhawatirkan menimbulkan perdebatan yang tajam dikemudian hari, mengingat komunitas yang terhimpun dalam Gurindam Pena, bukanlah pada sejarawan. Budayawan, kawakan Kepri yang kini bermukim di Pekanbaru Riau, Raja Hasan Yusuf, sebelumnya kepada Batam Pos, mengatakan sejarah yang ditulis dalam bentuk cerita rakyat itu terkadang lebih akurat atau lebih sahih kebenarannya.
Karena cerita rakyat yang juga dikenal sebagai
itu lebih patut dipercaya. Karena legenda adalah pendapat umum akan pendapat semua orang yang terhimpun dalam suatu komunitas yang mempunyai legenda itu. ‘’Sedangkan kebenaran sejarah hanya pendapatan segelintir orang atau kebenaran menurut sipenulis sejarah itu sendiri,” kata Hasan Yunus. (aji)


Wooo suka nulis sejarah nieee…. bener2 anak bangsa
By: baderiani on July 26, 2008
at 11:09 am
gali lagi sejarah melayu, dan sebarkan luas ke antero negeri supaya anak2 melayu juga anak2 seluruh nusantara tau bahwa tanah melayu benar2 ada.
By: isna sabri adjar on October 14, 2008
at 8:33 pm