Di Komplek pemakaman Raja Hamidah Pulau Penyengat yang saya ziarahi, ikut terbaring Raja Ali Haji, pujangga Melayu di awal abad 20. Meski dikenal sebagai Kompleks Makam Engkau Putri, nama lain Raja Hamidah, tapi yang menonjol adalah atribut formal untuk penghormatan Raja Ali Haji. Tentu, tanpa menghilangkan peran dan jasa para bangsawan lain yang dimakamkan di sana. Apalagi secara simbolik Raja Hamidahlah sesungguhnya pemilik Pulau Penyengat, sebab merupakan mas kawin pernikahannya dengan Sultan Mahmud Syah III. Raja Hamidah pula pemegang relegia (alat-alat pusaka) kerajaan dan melegitimasi pengangkatan sultan.
Sungguh pun begitu, ”penghormatan” khusus yang ditujukan kepada Raja Ali Haji dapat dimaklumi. Lihatlah, dua ”baliho” berdiri kokoh di gerbang makam, yang merujuk kebesaran sang pujangga: ”Raja Ali Haji Pahlawan Nasional Bidang Bahasa Indonesia” dan sebuah lagi: ”Raja Ali Haji Bapak Bahasa Melayu-Indonesia, Read More…


